Bagaimana Nabi Muhammad ﷺ Melaksanakan Sholat?
Halaman ini menjelaskan secara ringkas bagaimana Nabi Muhammad ﷺ sholat, mengajarkannya, dan bacaan yang beliau anjurkan, berdasarkan sumber sahih.
Ini teks pembelajaran singkat. Rincian praktik dapat berbeda menurut mazhab, negara, dan pengajaran lokal; verifikasi dengan masjid atau guru tepercaya.
1Rincian sholat dipelajari dari Sunnah Nabi ﷺ
Pokok-pokok sholat disebutkan dalam Al-Qur’an, sementara rincian praktiknya dijelaskan oleh Sunnah dan amalan Rasulullah ﷺ.
Sumber: Diyanet Din İşleri Yüksek Kurulu. (High Board of Religious Affairs)
2Nabi ﷺ mengajarkan sholat dengan mencontohkannya langsung
“Pray as you have seen me praying.”
Hadis ini menunjukkan bahwa sholat dipelajari dari contoh nyata Nabi ﷺ, bukan hanya teori.
Sumber: Sahîh-i Buhârî, 631. (Sunnah)
3Beliau menegaskan bacaan Al-Fatihah dalam sholat
“There is no prayer for the one who does not recite Al-Fatihah.”
Karena itu, Al-Fatihah menjadi bacaan dasar sholat dan memiliki kedudukan utama dalam setiap rakaat.
Sumber: Sahîh-i Buhârî, 756. (Sunnah)
4Beliau mengajari orang yang sholat tergesa-gesa agar sholat dengan tenang
Ketika seorang sahabat sholat terlalu cepat, Nabi ﷺ memintanya mengulang dan mengajarkan ketenangan di setiap gerakan.
- Mulailah sholat dengan takbir.
- Bacalah yang mudah dari Al-Qur’an.
- Rukulah dan tenanglah dalam ruku.
- Bangkit dari ruku dan berdirilah sempurna.
- Sujudlah dan tenanglah dalam sujud.
- Bangkit dari sujud dan duduklah dengan tenang.
- Lakukan itu di seluruh sholat.
Sumber: Sahîh-i Buhârî, 757. (Sunnah)
5Beliau tidak tergesa-gesa saat berdiri, ruku, sujud, dan duduk
Riwayat menggambarkan sholat yang terukur: tangan diangkat saat takbir, punggung lurus saat ruku, berdiri sempurna setelah ruku, dan duduk dengan tenang.
- Beliau mengangkat tangan sejajar bahu saat takbir.
- Saat ruku, beliau meletakkan tangan di lutut dan meluruskan punggung.
- Setelah ruku, beliau berdiri tegak sempurna.
- Saat sujud, beliau meletakkan tangan di tanah dan tidak membentangkan lengan.
- Jari-jari kaki beliau menghadap kiblat.
- Duduk beliau teratur dan penuh ketenangan.
Sumber: Sahîh-i Buhârî, 828. (Sunnah)
6Beliau sujud di atas tujuh anggota tubuh
Sujud dilakukan dengan dahi dan hidung, kedua tangan, kedua lutut, dan ujung kedua kaki.
- Dahi dan hidung
- Kedua tangan
- Kedua lutut
- Ujung kedua kaki
Sumber: Sahîh-i Buhârî, 812. (Sunnah)
7Beliau mengajarkan tasbih kepada Allah saat ruku dan sujud
Dalam ruku dan sujud, seorang hamba bertasbih kepada Rabbnya; bacaan tasbih yang masyhur diajarkan untuk dua posisi ini.
- Saat ruku: “Sübhâne Rabbiye’l-Azîm”
- Saat sujud: “Sübhâne Rabbiye’l-A‘lâ”
Sumber: Sünen-i İbn Mâce, 887; rivayet derecesi Darussalam’da sahih olarak verilmiştir. (Sunnah)
8Beliau mengajarkan imam agar tidak memberatkan jamaah
Saat Mu‘adz memanjangkan bacaan, Nabi ﷺ mengingatkan bahwa imam tidak boleh menyulitkan jamaah.
Sumber: Sahîh-i Müslim, 465b. (Sunnah)
9Beliau mengajarkan Tahiyyat saat duduk
Nabi ﷺ mengajarkan tasyahhud, yaitu doa Tahiyyat, kepada para sahabat dengan perhatian khusus.
Sumber: Sahîh-i Müslim, 403a. (Sunnah)
10Beliau mengajarkan salawat pada duduk terakhir
Ketika ditanya cara bersalawat kepada beliau, beliau mengajarkan lafaz yang diawali “Allahumma salli ‘ala Muhammad…”.
Sumber: Sahîh-i Buhârî, 3370. (Sunnah)
Kesimpulan singkat
Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan sholat dengan tenang dan tertib:
- Mulailah dengan takbir.
- Bacalah Al-Fatihah.
- Bacalah yang mudah dari Al-Qur’an.
- Lakukan ruku dengan benar.
- Bangkit sempurna dari ruku.
- Lakukan sujud dengan benar.
- Duduk tenang di antara dua sujud.
- Bacalah Tahiyyat.
- Bersalawat pada duduk terakhir.
- Sholatlah tanpa tergesa-gesa, dengan khusyuk dan tenang.